class="index_page three_col ">
am

tumblr was my safe space. i really hope no one's ever gonna find my tumblr unless i tell them my url. and here you probably won’t find any basic info about me like my name or what i usually like to do but you absolutely will find all my deepest darkest secrets and posting emotions all along. hehe thanks.

arnamee:

“Kita bukan Tuhan. Kita tak mampu ubah hati orang. Kita doakan & minta pada Pemegang Kunci Hati untuk seseorang itu jadi dan dapat perkara yang baik-baik; selalu. Dan kita tak tahu, mungkin diam-diam ada juga yang sering mendoakan kita. Wallahua'lam.”

Mengunjungi masa lalu

ibnufir:

Sesekali tengoklah kembali ke belakang, jauh hingga menemukan sebuah awal dari perjalananmu. Bukan  bermaksud untuk mengenang, atau meratapi yang sudah lalu. Tetapi untuk melihat sudah sejauh mana langkah kaki membawamu pergi.

Adakah di sana lubang yang membuatmu terjatuh, seseorang yang kau salahkan, atau penyesalan yang membuatmu tak bisa memaafkannya. Lihatlah saja, perhatikan dari mana semuanya berawal. Jika masih terasa samar, teruslah saja berjalan ke masa lalumu.

Jika kau menemukan kebahagiaan di sana, cobalah renungkan lagi, apakah betul itu sudah benar-benar sebuah kebahagiaan. Ataukah hanya sebuah kepalsuan yang mencoba menghibur dirimu untuk sementara.

Jujurlah pada apapun yang sudah terjadi, terima saja bagaimanapun perasaanmu sekarang. Mungkin kau kesal, mungkin kau juga marah. Tetapi cukup kau perhatikan saja, jangan kau hakimi apapun yang sedang terjadi pada dirimu di masa lalu.

Sudakah kau kau melihat semuanya?

Jika sudah, mulailah untuk menyapa satu persatu. Siapapun, mungkin orang lain, mungkin dirimu sendiri. Atau mungkin keadaan yang tak pernah bisa kau terima, suatu keadaan yang mungkin sudah lama berusaha kau tutupi dari ingatanmu.

Mau kah kau memaafkannya?

Atau setidaknya, mau kah kau memeluk semua yang sudah terjadi. Mau kah kau untuk mengatakan kepadanya bahwa “Iya kau memang salah, kau menyakitiku, kau membuatku terluka, kau membuatku menyesal sepanjang hidup, dan sekarang aku sudah menerimanya”.

Mau kah kau? Berpamitan darinya sambil mengucapkan “Terima kasih kau memang ada di masa laluku, kau memang pernah menjadi bagian dari hidupku, tetapi kita hanya sebatas itu, tidak lebih”.

Sekarang, bersediakah kau untuk kembali melihat masa depanmu, tanpa rasa benci?

—ibnufir

naturaekos:

“Maybe it’s okay that you don’t know what’s going to happen. Maybe you should stop predicting and controlling and enjoy each moment as it comes.”